Kedatangan Rasul Membawa Rahmat
Kedatangan Rasul membawa rahmat kepada manusia,
Tidak kira apa agama dan bangsanya,
Yang mendapat hidayah lebih-lebih lagilah sampai ke Akhirat sana,
Yang tidak dapat hidayah hanya di dunia saja,
Di antara rahmatnya itu semua manusia dianggap sama,
Yang bertaqwa saja yang lebih mulia di sisi Tuhan,
Keadilan dilakukan kepada sesiapa saja,
Hak asasi mereka tidak boleh dilanggar,
Membawa kasih sayang di kalangan manusia,
Bertolong bantu di dalam kehidupan,
Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar,
Maruah setiap orang tidak boleh dinoda,
Jiran dihormati, bahkan dianggap keluarga,
Sekalipun tidak sebangsa dan seagama,
Jiran yang susah disuruh bantu,
Yang senang menolong dan membantu,
yang susah tidak meminta,
Kata-mengata dilarang apa lagi hina-menghina,
Hasad dengki sangat dibenci,
Maaf-bermaafan digalakkan sekali,
Akhirnya manusia hidup bekerjasama dan harmoni.
Jika kita membaca sejarah orang yang bakal menjadi kekasih-kekasih dan pilihan Tuhan sungguh aneh sekali
Dari kecil lagi mereka disusah-susahkan, miskin dan papa, menderita dan sengsara, dibudayakan kepada mereka
Aduh! Sungguh menyayat hati, hati kita sungguh turut tersayat dibuatnya
Aku ambil satu contoh kekasih agung Tuhan, iaitu Muhammad, sebagai Nabi dan Rasul SAW buat akhir zaman
Aduh sedihnya, lahir saja bapanya tempat bermanja sudah tiada, mati sebelum lahirnya
Lahirnya walaupun masih ada ibu tempat bermanja, tapi dari kecil lagi dipisahkan pula dari ibunya, kerana diberi kepada ibu angkatnya, Halimatus Saadiah namanya
Tidak sempat bermanja dengan ibunya, bahkan belum pun sempat kenal ibunya, dipisahkan pula, aduh hibanya hati kita?!
Ibu angkatnyalah yang memelihara di dalam keadaan miskin pula, empat tahun lamanya
Hati kita ikut terasa luka dibuatnya?!
Nabi merasa ibu angkatnya itulah ibu kandungnya
Aduh! Baru sedang asyik-asyik bermanja, di dalam belaian ibu angkatnya, memang ibu angkatnya terlalu sayang kepadanya, dipisahkan pula
Sedang berkasih sayang, di antara anak dan ibu angkatnya, ibu kandungnya mengambilnya pula
Sudah tentu sekali sama ada Halimah maupun Nabi, macam tercabut nyawanya, karena terpisah dengan orang kesayangannya
Dua tahun di dalam peliharaan ibunya, belum pun puas bermanja, ibunya mati pula
Aduh siksanya jiwanya kita pun ikut terasa
Yatim piatulah Nabi, tiada beribu dan berbapa di dalam keadaan miskin
dan sengsara pula
Dia diagihkan pula kepada datuknya, Abd Mutalib namanya
Baru dapat bermanja sekitar dua tahun, datuknya pula terpisah dengannya buat selama-lamanya karena kematiannya
Aduh! Satu demi satu orang kesayangannya diambil oleh Tuhan,
hilang seluruh tempat bermanja dan kasih sayang
Mujurlah ada bapa saudaranya Abu Thalib, dia dipelihara oleh Abu Thalib, adik-beradik bapanya, yang sangat miskin pula kehidupannya, anaknya ramai pula
Bapa saudaranya sangat sayang kepadanya, lebih-lebih lagi dia anak yatim piatu,
Karena kesempitan hidup, untuk kehidupan dia mengambil upah menjaga kambing-kambing orang di Mekah di dalam suasana kepanasan di musim panas
Di waktu-waktu tertentu mengambil upah dari hasil berdagang,
dari perniagaan seorang janda kaya di Mekah, Khadijah namanya
Berdagang itu bukan pula di Mekah, tapi di Syam yang sangat jauhnya
Aduh! Tempat bermanja sudah tidak ada, susah pula, penat lelah tidak terkira,
berdagang, mengambil upah pula
Di waktu kecilnya sangat kurang berkawan dengan anak-anak sebayanya
Dia suka hidup bersendirian, berfikir dan merenung tentang nasib bangsanya
Selalu saja dia mendongak ke langit di waktu kesepian dan kedinginan malam
Seolah-olah menunggu bantuan Tuhan, inginkan penyelamat, untuk bangsanya
yang hidup tidak ada tujuan dan di dalam keadaan tidak karuan
Dia dari kecil lagi, fikirannya dan hatinya sudah dewasa,
sudah memikirkan nasib bangsanya
Tidak seperti kanak-kanak yang lain hanya memikirkan makan minum, pakaian,
bermain-main dan bergurau senda
Begitulah seorang kekasih Tuhan, Muhammad namanya, Abdullah bapanya,
Aminah ibunya, Halimah ibu angkatnya Rasul akhir zaman
Demikianlah didikan Tuhan kepada kekasih-Nya, orang pilihan-Nya
pemimpin yang dijanjikan
Dididik dengan kesusahan, kemiskinan, penderitaan dibudayakan kepada mereka semenjak kecilnya
Apakah rahasia Tuhan melakukan kesusahan kepada mereka semenjak kecilnya?
Sedangkan mereka adalah kekasih Tuhan, apakah hikmah di sebaliknya?
Apakah didikan yang tersirat di dalamnya?
Rahasia yang dapat kita baca, Tuhan mau mereka tidak terpesona dengan dunia
dan kemewahannya sejak kecilnya
Kalau dunia dan kemewahannya sudah menjadi kecintaan,
itulah sandarannya bukan kepada Tuhan
Hikmah yang lain karena Tuhan hendak meninggikan darjat mereka di Syurga
Rahasia yang lain Tuhan hendak mendidik kekasih-kekasih-Nya
membesarkan Akhirat dari dunia
Oleh itu bagaimana nanti mereka mengajak manusia kepada Tuhan,
sedangkan mereka masih ada sedikit bersandar dengan dunia,
padahal mereka orang Tuhan
Ada hikmah lain, agar kekasih Tuhan itu faham erti penderitaan, semoga mereka dapat menjadi pembela dan penyelamat kepada manusia
Di waktu-waktu mereka senang, habis hartanya untuk membela orang yang susah
Jika kita mau menjadi orang Tuhan dan kekasih-Nya kenalah sanggup susah
dan menderita
Di waktu-waktu senang dan kaya korbankanlah untuk orang yang menderita
Anehnya Sejarah
Aneh sekali sejarah paparkan kepada kita
Banyak tokoh-tokoh Islam dari kalangan yang menderita
Banyak dikalangan fakir miskin menjadi tokoh
Tidak kurang dari golongan yatim piatu pula
Rasulullah namanya terkenal anak yatim piatu
Miskin pula, musuhnya banyak merata-rata
Berpindah randah mencari perlindungan
Tapi kejayaan membawa kebenaran tiada taranya
Sayidina Ali orangnya miskin sejak kecilnya
Wajahnya pula tidaklah cantik
Tapi ilmunya banyak, waraknya luar biasa
Jihadnya tiada tandingan
Jasanya kepada Islam sangat banyaknya
Imam Syafi’i yang terkenal namanya
Imam mujtahid yang tiada tandingannya
Ilmu banyak jadi warisan kita
Waraknya ketara di masa hidupnya
Tapi dia siapa?
Dia kan anak yatim, ibunya miskin pula
Hidupnya berpindah randah merata-rata
Di situlah kejayaannya membawa ilmu dan taqwa
Lihatlah Imam Ghazali, Mujaddid ke lima
Ahli sufi, feqah dan falsafah
Ilmunya dimanafaatkan hingga kini
Dia seorang yang miskin
Ayahnya mati sebelum dewasanya
Mencari Kebenaran Adalah Wajib
Mencari kebenaran adalah wajib
Ia merupakan aset yang paling berharga di dua negara
Di negara yang sementara waktu dan negara yang kekal abadi
Kebenaran itu hanya satu
Tidak ada dua, tidak ada tiga dan seterusnya ...
Kebenaran itu hanya yang datang dari Allah Taala yang menjadikan manusia
Kebenaran ialah kejayaan yang paling besar lagi agung
Ia merupakan kebahagiaan di dunia dan di Akhirat
Kebenaran itu satu jalan yang bersifat rohani dan maknawi
Tapi buahnya dapat dilihat di dalam kehidupan yang sangat indah
Carilah kebenaran itu, jika dapat perjuangkanlah
Kalaulah kebenaran itu di atas gunung, dakilah
Jika di dalam laut, selamlah
Sekiranya di dalam bumi, galilah
Kalau didapati di dalam hutan, terokalah
Mencari kebenaran itu amat susah dan sulit
Memperjuangkan amat pahit tapi di hujungnya manis
Di dalam perjalanannya terseksa, tapi kesudahannya bahagia
Jika kebenaran sudah didapati pertahankanlah bermati-matian
Dengan harta, tenaga dan jiwa
Peganglah kebenaran itu, jangan sampai terlepas
Sekalipun panas
(Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi)
Suatu hari
Rasulullah SAW bertanya kepada para Sahabat, “Siapakah makhluk Allah yang paling ajaib imannya?”
“Malaikat,”
jawab para Sahabat.
“Bagaimanalah
para malaikat tidak beriman dengan Allah sedangkan mereka sentiasa hampir
dengan Allah,” jawab baginda menafikan.
“Para
nabi,” jawab Sahabat lagi.
“Bagaimanalah
para nabi tidak beriman sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka.“ Nabi
membantah lagi jawaban Sahabat.
“Kami
Sahabatmu?!” jawab Sahabat lagi.
“Bagaimana
kamu tidak beriman sedangkan aku berada di tengah-tengah kamu?” jawab Nabi.
Akhirnya
Rasul bersabda, “Makhluk paling ajaib imannya ialah mereka yang hidup sesudah
aku. Mereka tidak pernah berjumpa tetapi beriman denganku. Tapi mereka
mencintai aku melebihi anak dan orang-orang tua mereka. Mereka ialah Ikhwanku.
Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya.” 1
“Wahai
Abu Bakar,“ Rasulullah bersabda, ”adakah kamu tidak akan merindui Ikhwanku itu
karena mereka juga mencintai engkau karena engkau Sahabatku.” 2
Rasulullah
SAW menyambung lagi, ”Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman
dengan aku. Dan berbahagialah tujuh kali orang-orang yang beriman dengan aku
tapi tidak pernah berjumpa dengan aku.” 3
Ketahuilah sesungguhnya Rasulullah
SAW itu amat merindui satu toifah dari umatnya yang datang di akhir zaman yang
berakhlak seperti akhlak nabi-nabi dan berpegang teguh dengan jalan-jalan para
siddiqin. Mereka ialah orang-orang ganjil di kalangan awamul muslimin.
1 Riwayat Abu
Ya’la
2 Riwayat
Ibnu Hajar Asqalani
3 Riwayat
Imam Ahmad
Bukan mudah perjuangkan kebenaran
Memperjuangkan kebenaran itu,
adalah memperjuangkan sesuatu yang amat berharga
Ia tidak boleh dinilai mengikut mata benda
Ia kenalah dibeli dengan harta benda, jiwa raga dan nyawa
Kalau kebenaran itu di atas bukit, kenalah kita daki
Tidak semua orang sanggup
Kalau ia di dasar lautan, kenalah kita selami,
tidak semua orang berani melakukannya
Sekiranya ia di hujung lautan, kenalah merempuh lautan
dan menempuh gelombang yang menakutkan
Tidak semua orang bertekad berbuat demikian
Jika ia berada di hutan belantara,
kenalah meredah hutan yang menggerunkan
Tidak semua orang sanggup menempuhnya
Kalau kebenaran itu seperti yang digambarkan tentulah ramai yang jatuh gaung,
yang mati lemas, mati kelaparan bukan?
Apakah itu semua erti kegagalan?!
Tidak! Ia bukan gagal,
memang perjuangan kebenaran itu perlu sambung-menyambung
Yang gagal itu bukan ertinya gagal
Ia akan menjadi baja semangat kepada pejuang-pejuang di belakang
Semangat itulah menjadi pemangkin kepada pejuang-pejuang di belakang
yang menjadi ikutan
Akhirnya kebenaran itu dapat juga dicapai dengan cemerlang
Oleh pejuang-pejuang di belakang,
dari semangat orang yang berjuang yang memulakan
Oleh itu k
Hikmah Ramadhan dan Syawal
Ramai yang bergembira dengan kedatangan Syawal
Karena di saat itulah peluang mereka
Menziarahi sanak saudara dan sahabat handai
Keluarga serta rakan, jiran dan juga taulan
Tetapi tidak ramai yang ingin tahu
Apakah hikmah Ramadhan dan Syawal
Tuhan tidak akan menjadikan sesuatu itu sia-sia
Pasti Ramadhan dan Syawal mempunyai hikmahnya
Menyambut syawal
Artinya menyambut fitrah sembuh dari penyakit batin
Seperti akal yang hanya memikirkan dunia
Nafsu sembuh dari sifat tamaknya dan juga sifat bakhilnya
Terbebas dari sifat pemarahnya, dengki dan dendamnya
Karena itu didatangkan bulan Ramadhan kepada kita
Supaya dapat mengobat segala penyakit-penyakit jiwa
Ibadah puasa yang bukan saja dinilai dari lahirnya
Tapi pendengaran, penglihatan dan hatinya turut berpuasa
Juga membaca Qur’an dapat menerangkan hati
Sembahyang yang dihayati melahirkan pribadi mulia
Itulah obat yang mengembalikan fitrah semula jadi
Hasilnya Tuhan akan memberi iman dan juga taqwa
Perasaan Abuya ketika menghadapi bulan Ramadhan
Kehambaan Di Bulan Ramadhan
Tuhan…mengapa aku ini?
Aku berlainan dari orang lain
Setiap kedatangan Ramadhan
Mereka menyambut dengan gembira
Mereka kelihatan ceria
Tapi aku berlainan
Kedatangan Ramadhan penuh duka
Bukan aku benci bulanMu
Yang penuh rahmat dan berkat
Tapi aku benci diriku
Aku bimbang RamadhanMu
Aku tidak mengisi sebaiknya
Aku rasa puasaku tidak sempurna
Ampunilah aku Tuhan
Aku rasa sembahyangku tidak sah
Tarawih, bacaan Al Qur’an aku tidak sampai kemana
Tuhan…itulah menyelubungi hatiku
Setiap kali kedatangan Ramadhan
Adakah satu kesalahan?
Ampunkan aku Tuhan
Maafkanlah aku Tuhan
Kalau itu satu kesalahan
Pimpinlah aku, betulkan sikapku
Aku mohon keampunan dariMu
Tuhan…
Aku mohon keampunan dariMu
Tuhan…
(Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At-Tamimi)
TUHAN BERI PERINGATAN, MANUSIA MASIH BELUM SADAR
Saya terlebih dahulu mengucapkan takziah dan rasa simpati yang amat dalam kepada seluruh korban yang meninggal dan menderita akibat Tsunami kedua ini. Saya doakan kematian itu adalah husnulkhatimah bagi yang muslim. Kepada yang masih hidup moga-moga mendapat ketenangan di dalam ujian Tuhan. Sebenarnya Tuhan bermaksud baik dengan Tsunami yang ditaqdirkan-Nya itu. Sekiranya kata-kata ini dan ulasan saya menyakitkan hati pembaca, saya mohon ampun dan maaf. Kebenaran itu sekalipun pahit wajib diperkatakan.
26 Desember 2004 adalah ketibaan Tsunami I di mana seluruh dunia terkejut dengan Tsunami yang mempamerkan diri yang maha dahsyatnya, amat mengerikan dan cukup menakutkan. Mayat-mayat bergelimpangan sepanjang Asia
Sebab logiknya begini. Seorang hamba di istana raja yang paling beruntung ialah hamba yang paling takutkan dan cintakan rajanya. Betul tidak? Dan sesungguhnya seorang hamba Tuhan yang menumpang di bumi-Nya yang paling akan berbahagia ialah yang paling takutkan Tuhan. Selain karena ia akan berjaya mematuhi segala undang-undang bilamana ia begitu berhati-hati dan takut yang menyebabkan Tuhan paling sayangkannya adalah karena ia merujuk kepada kata-kata Tuhan itu sendiri.
Kenapa Tuhan datangkan Tsunami kedua pula? Kita bertanya langsung dengan Tuan yang empunyanya, mengapa Tsunami II dilepaskan, Tuhan pun menjawab, alam kalau mau menguburkan sesuatu kaum dan bangsa akan memulakannya dengan menggoncang kuasa politiknya, menjatuhkan ekonominya lalu akhirnya didatangkanlah bencana besar yang mampu menjungkitbalikkan penduduknya, maka hancurlah mereka.
Firman Allah SWT:
Maksudnya: “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibu kota
Dari Tsunami I, kita patut berterima kasih karena mengajarkan kita arti hidup. Kita seharusnya sudah berasa insaf dengan didikan Tsunami I. Kita seharusnya sudah mengubah kehidupan kita kepada satu hala tuju yang benar-benar menjadi destinasi hidup. Penangan Tsunami pertama sekalipun cuma 10 menit, cukup untuk membuatkan manusia mampu berkata:
“Tuhanku, kalau beginilah sudahnya, aku tiada pilihan melainkan menjadikan hidup semata-mata untuk mencari keredhaan-Mu dan keampunan-Mu. Aku sangat takut dengan kemurkaan-Mu yang tidak mampu dihalang walau oleh sebuah kuasa dunia. Aku takut dengan Neraka-Mu. Ya Allah, selamatkan aku!”
Tapi wahai Tsunami Tuhan, ramai manusia yang tidak suka denganmu. Mereka marah-marah dengan berbagai kata nista melalui belragai bahasa, gaya
Wahai Tuhan, tuan punya Tsunami II; izinkanlah saya menilai Tsunami-Mu begini: kan
Tsunami II juga tidak bersalah sedikit pun. Masa
Sayang manusia tidak diajarkan itu semuanya, bahkan dia hidup pun dalam keadaan tidak tahu di manakah Tuhan itu hendak diletakkan dalam hidupnya. Jadilah Tuhan itu kadang-kadang ada, kadang-kadang tiada, kadang-kadang perlu, kadang-kadang tidak perlu bahkan kadang-kadang percaya, kadang-kadang tidak percaya. Boleh saja manusia mengkritik Tuhan dan dikatakanlah Tuhan itu sesuka hatinya.
Wahai Tuhan kepada Tsunami II, surat
Maka demi tanggungjawab dan demi kasih sayang-Mu, Engkau sudah memberi peringatanMu kepada mereka dengan Tsunami I, baru dua tahun lalu tetapi mereka masih tidak takut pada-Mu. Kau perkenalkan diri-Mu dengan Tsunami I tetapi mereka macam biasa-biasa saja. Maka untuk itu, dibuat kejutan lagi agar manusia sadar dan kembali kepada-Mu. Adillah sungguh perbuatan tunjuk kuasa oleh-Mu Tuhan kepada makhluk yang sudah tidak kenal kasih sayang-Mu karena hidup yang tidak kenal diri dan tidak kenal Tuhan itu lebih bahaya dari kematian yang bergelimpangan.
Kalau manusialah ada orang yang sudah diberi
Sesungguhnya Tuhan tidak bersalah dengan Tsunami I dan II dan sesiapa pun tidak patut dipersalahkan. Kuasa Tuhan itu bila Dia hendak jadikan sesuatu janganlah dikesalkan karena tidak ada siapa pun mampu menghalangnya. Tujuannya bukan untuk menganiaya, cuma untuk membuatkan kita manusia sadar bahwa kita yang menzalimi diri sendiri.
Sebagai contoh, Tuhan hendak takdirkan hujan berlaku tanpa dapat dikesan oleh pusat ramalan hujan. Maka Tuhan lakukanlah kejadian-kejadian kepada manusia-manusia di pusat kaji cuaca itu yang membuatkan mereka tidak mampu mengesan hujan yang akan turun itu. Di hari lain Tuhan hendak takdirkan pula hujan turun dan dapat dikesan oleh manusia. Maka berlakulah dengan izin Tuhan, pusat ramalan boleh mengesan hujan yang akan turun.
Artinya turunnya hujan dan dapat mengesan atau tidak dapat mengesan itu semuanya berlaku dengan kuasa Tuhan. Janganlah hendaknya orang Islam beriktikad bahwa kejadian Tsunami itu kerja Tuhan, tapi manusia tidak boleh mengesan lebih dahulu itu bukan kerja Tuhan. Seolah-olahnya dia berfikir manusia ada kuasa untuk menentang kuasa Tuhan karena kuasa manusia itu bebas dari kuasa Tuhan. Dengan kata lain kalaulah manusia tidak tersilap pada hari itu nescaya kerusakan oleh Tsunami I dan II tidak begitu besar. Iktikad itu salah sekali. Berbagai-bagai usaha dibuat manusia untuk mengesan agar bencana Tsumani II dapat dikesan lebih awal untuk mengelakkan kehilangan nyawa manusia namun kita perlu ingat bahwa usaha-usaha yang Tuhan perintahkan itupun adalah tertakluk pada kuasa dan keizinan Tuhan. Takkan pula kita berfikir bahawa kuasa untuk berusaha yang ada pada manusia itu di luar kuasa Tuhan. Waliyazubillah.
Tsunami adalah hadiah terbaik untuk zaman ini. Hadiah yang cukup tinggi nilai-nilai kebaikan, yang cukup menguntungkan sekiranya pandai dimanfaatkan.
Kematian dan bencana yang begitu banyak dan besar adalah patut. Sebab setiap yang hidup perlu mati. Cara mati adalah sesuatu yang tidak boleh dirancang. Sebagai hamba, kita hanya kena setuju dengan keputusan Tuhan untuk mematikan kita bila dan bagaimana. Kalau takdirnya nanti kita mati dalam laut dan tidak boleh dijumpai, siapa pun tidak boleh persalahkan sesiapa. Mahkamah pun tidak boleh digunakan. Nanti bila dunia dikiamatkan, lagilah tiada siapa boleh uruskan mayat siapa-siapa. Semuanya keputusan muktamad Tuhan yang tidak boleh tidak. Moga-moga manusia faham tentang Tuhan ini. Moga-moga manusia boleh berfikir begini:
“Rupanya Tuhan itu sangat sabarnya sehingga 40 tahun sekali baru dihukum hamba-hamba-Nya yang tidak kisah dengan-Nya. Sedangkan kekasih-kekasih-Nya, para Nabi dan para Rasul selalu kena ujian yang teruk. Jadi kalau aku tidak boleh terimalah hukuman yang satu ini, jahat sungguhlah aku ini dan jauhlah dari menjadi kekasih Tuhan. Tentu marah lagilah Tuhan dengan aku dan manusia-manusia seperti aku ini.”
www.rufaqadaily.com
| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |