May 28, 2008

INGATLAH ALLAH

 
INGATLAH TUHAN
 
BANGUN tidur saja engkau ingat benda yang tidak mengingat engkau
 
Apa lagi setelah engkau
 
berhadapan kehidupan sehari-harian
 
Engkau ingat uang yang tidak pernah mengingat engkau
 
Kekayaan apa lagi sering engkau ingat
 
sebagai angan-angan
 
Padahal kekayaan tidak pernah mengingat engkau
 
Bahkan berbagai-bagai perkara yang selalu engkau ingat
 
Yang ia tidak pernah pun mengingat engkau
 

Mengapa engkau tidak sering mengingat Tuhan
 
Yang sentiasa tidak melupakan engkau
 
Tidak satu detik pun yang Dia lupakan engkau
 
Dia sentiasa mendengar engkau
 
Dia sentiasa melihat engkau
 
Dia sentiasa tahu tentang engkau
 
Yang sentiasa menjaga dan mengawal engkau
 
Yang sering mentadbir dan memberi nikmat kepada engkau
 
Engkau mengingat benda yang kaku, mati
 
Engkau sibuk dengan mengingat makhluk
 
yang serupa engkau
 
Engkau lupa kepada Khaliq yang mencipta engkau
 
Makhluk bukan ada kuasa ke atas engkau
 
Sedangkan Khaliq berkuasa ke atas engkau
 
Mengapa tidak terasa takut kepada Khaliq
 
yang menentukan nasib engkau

(Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi)
 
                            

April 08, 2008

Kedatangan Rasul Membawa Rahmat

Kedatangan Rasul Membawa Rahmat

Kedatangan Rasul membawa rahmat kepada manusia,
Tidak kira apa agama dan bangsanya,
Yang mendapat hidayah lebih-lebih lagilah sampai ke Akhirat sana,
Yang tidak dapat hidayah hanya di dunia saja,
Di antara rahmatnya itu semua manusia dianggap sama,
Yang bertaqwa saja yang lebih mulia di sisi Tuhan,
Keadilan dilakukan kepada sesiapa saja,
Hak asasi mereka tidak boleh dilanggar,
Membawa kasih sayang di kalangan manusia,
Bertolong bantu di dalam kehidupan,
Hak asasi manusia tidak boleh dilanggar,
Maruah setiap orang tidak boleh dinoda,
Jiran dihormati, bahkan dianggap keluarga,
Sekalipun tidak sebangsa dan seagama,
Jiran yang susah disuruh bantu,
Yang senang menolong dan membantu,
yang susah tidak meminta,
Kata-mengata dilarang apa lagi hina-menghina,
Hasad dengki sangat dibenci,
Maaf-bermaafan digalakkan sekali,
Akhirnya manusia hidup bekerjasama dan harmoni.

www.ikhwantoday.com

January 18, 2008

Kekasih Pilihan Tuhan

Kekasih Pilihan Tuhan

Jika kita membaca sejarah orang yang bakal menjadi kekasih-kekasih dan pilihan Tuhan sungguh aneh sekali

Dari kecil  lagi mereka disusah-susahkan, miskin dan papa, menderita dan sengsara, dibudayakan kepada mereka

Aduh!   Sungguh menyayat hati, hati kita sungguh turut tersayat dibuatnya

Aku ambil satu contoh kekasih agung Tuhan, iaitu Muhammad, sebagai Nabi dan Rasul SAW buat akhir zaman

Aduh sedihnya, lahir saja bapanya tempat bermanja sudah tiada, mati sebelum lahirnya

Lahirnya walaupun masih ada ibu tempat bermanja, tapi dari kecil lagi dipisahkan pula dari ibunya, kerana diberi kepada ibu angkatnya, Halimatus Saadiah namanya

Tidak sempat bermanja dengan ibunya, bahkan belum pun sempat kenal ibunya, dipisahkan pula, aduh hibanya hati kita?!

Ibu angkatnyalah yang memelihara di dalam keadaan miskin pula, empat tahun lamanya

Hati kita ikut terasa luka dibuatnya?!

Nabi merasa ibu angkatnya itulah ibu kandungnya

Aduh! Baru sedang asyik-asyik bermanja, di dalam belaian ibu angkatnya, memang ibu angkatnya terlalu sayang kepadanya, dipisahkan pula

Sedang berkasih sayang, di antara anak dan ibu angkatnya, ibu kandungnya mengambilnya pula

Sudah tentu sekali sama ada Halimah maupun Nabi, macam tercabut nyawanya, karena terpisah dengan orang kesayangannya

Dua tahun di dalam peliharaan ibunya, belum pun puas bermanja, ibunya mati pula

Aduh siksanya jiwanya kita pun ikut terasa

Yatim piatulah Nabi, tiada beribu dan berbapa di dalam keadaan miskin

dan sengsara pula

Dia diagihkan pula kepada datuknya, Abd Mutalib namanya

Baru dapat bermanja sekitar dua tahun, datuknya pula terpisah dengannya buat selama-lamanya karena kematiannya

Aduh! Satu demi satu orang kesayangannya diambil oleh Tuhan,

hilang seluruh tempat bermanja dan kasih sayang

Mujurlah ada bapa saudaranya Abu Thalib, dia dipelihara oleh Abu Thalib, adik-beradik bapanya, yang sangat miskin pula kehidupannya, anaknya ramai pula

Bapa saudaranya sangat sayang kepadanya, lebih-lebih lagi dia anak yatim piatu,

Karena kesempitan hidup, untuk kehidupan dia mengambil upah menjaga kambing-kambing orang di Mekah di dalam suasana kepanasan di musim panas

Di waktu-waktu tertentu mengambil upah dari hasil berdagang,

dari perniagaan seorang janda kaya di Mekah, Khadijah namanya

Berdagang itu bukan pula di Mekah, tapi di Syam yang sangat jauhnya

Aduh! Tempat bermanja sudah tidak ada, susah pula, penat lelah tidak terkira,

berdagang, mengambil upah pula

Di waktu kecilnya sangat kurang berkawan dengan anak-anak sebayanya

Dia suka hidup bersendirian, berfikir dan merenung tentang nasib bangsanya

Selalu saja dia mendongak ke langit di waktu kesepian dan kedinginan malam

Seolah-olah menunggu bantuan Tuhan, inginkan penyelamat, untuk bangsanya

yang hidup tidak ada tujuan dan di dalam keadaan tidak karuan

Dia dari kecil lagi, fikirannya dan hatinya sudah dewasa,

sudah memikirkan nasib bangsanya

Tidak seperti kanak-kanak yang lain hanya memikirkan makan minum, pakaian,

bermain-main dan bergurau senda

Begitulah seorang kekasih Tuhan, Muhammad namanya, Abdullah bapanya,

Aminah ibunya, Halimah ibu angkatnya Rasul akhir zaman

Demikianlah didikan Tuhan kepada kekasih-Nya, orang pilihan-Nya

pemimpin yang dijanjikan

Dididik dengan kesusahan, kemiskinan, penderitaan dibudayakan kepada mereka semenjak kecilnya

Apakah rahasia Tuhan melakukan kesusahan kepada mereka semenjak kecilnya?

Sedangkan mereka adalah kekasih Tuhan, apakah hikmah di sebaliknya?

Apakah didikan yang tersirat di dalamnya?

Rahasia yang dapat kita baca, Tuhan mau mereka tidak terpesona dengan dunia

dan kemewahannya sejak kecilnya

Kalau dunia dan kemewahannya sudah menjadi kecintaan,

itulah sandarannya bukan kepada Tuhan

Hikmah yang lain karena Tuhan hendak meninggikan darjat mereka di Syurga

Rahasia yang lain Tuhan hendak mendidik kekasih-kekasih-Nya

membesarkan Akhirat dari dunia

Oleh itu bagaimana nanti mereka mengajak manusia kepada Tuhan,

sedangkan mereka masih ada sedikit bersandar dengan dunia,

padahal mereka orang Tuhan

Ada hikmah lain, agar kekasih Tuhan itu faham erti penderitaan, semoga mereka dapat menjadi pembela dan penyelamat kepada manusia

Di waktu-waktu mereka senang, habis hartanya untuk membela orang yang susah

Jika kita mau menjadi orang Tuhan dan kekasih-Nya kenalah sanggup susah

dan menderita

Di waktu-waktu senang dan kaya korbankanlah untuk orang yang menderita 

Anehnya Sejarah

Anehnya Sejarah

Aneh sekali sejarah paparkan kepada kita
Banyak tokoh-tokoh Islam dari kalangan yang menderita
Banyak dikalangan fakir miskin menjadi tokoh
Tidak kurang dari golongan yatim piatu pula

Rasulullah namanya terkenal anak yatim piatu
Miskin pula, musuhnya banyak merata-rata
Berpindah randah mencari perlindungan
Tapi kejayaan membawa kebenaran tiada taranya

Sayidina Ali orangnya miskin sejak kecilnya
Wajahnya pula tidaklah cantik
Tapi ilmunya banyak, waraknya luar biasa
Jihadnya tiada tandingan
Jasanya kepada Islam sangat banyaknya

Imam Syafi’i yang terkenal namanya
Imam mujtahid yang tiada tandingannya
Ilmu banyak jadi warisan kita
Waraknya ketara di masa hidupnya

Tapi dia siapa?
Dia kan anak yatim, ibunya miskin pula
Hidupnya berpindah randah merata-rata
Di situlah kejayaannya membawa ilmu dan taqwa

Lihatlah Imam Ghazali, Mujaddid ke lima
Ahli sufi, feqah dan falsafah
Ilmunya dimanafaatkan hingga kini
Dia seorang yang miskin
Ayahnya mati sebelum dewasanya

January 17, 2008

Mencari Kebenaran Adalah Wajib

Mencari Kebenaran Adalah Wajib

Mencari kebenaran adalah wajib

Ia merupakan aset yang paling berharga di dua negara

Di negara yang sementara waktu dan negara yang kekal abadi

Kebenaran itu hanya satu

Tidak ada dua, tidak ada tiga dan seterusnya ...

Kebenaran itu hanya yang datang dari Allah Taala yang menjadikan manusia

Kebenaran ialah kejayaan yang paling besar lagi agung

Ia merupakan kebahagiaan di dunia dan di Akhirat

Kebenaran itu satu jalan yang bersifat rohani dan maknawi

Tapi buahnya dapat dilihat di dalam kehidupan yang sangat indah

Carilah kebenaran itu, jika dapat perjuangkanlah

Kalaulah kebenaran itu di atas gunung, dakilah

Jika di dalam laut, selamlah

Sekiranya di dalam bumi, galilah

Kalau didapati di dalam hutan, terokalah

Mencari kebenaran itu amat susah dan sulit

Memperjuangkan amat pahit tapi di hujungnya manis

Di dalam perjalanannya terseksa, tapi kesudahannya bahagia

Jika kebenaran sudah didapati pertahankanlah bermati-matian

Dengan harta, tenaga dan jiwa

Peganglah kebenaran itu, jangan sampai terlepas

Sekalipun panas

(Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi)

June 04, 2007

Siapakah Yang Paling Ajaib Imannya???

Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para Sahabat, “Siapakah makhluk Allah yang paling ajaib imannya?”

 

“Malaikat,” jawab para Sahabat.

 

“Bagaimanalah para malaikat tidak beriman dengan Allah sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah,” jawab baginda menafikan.

 

 “Para nabi,” jawab Sahabat lagi.

 

 “Bagaimanalah para nabi tidak beriman sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka.“ Nabi membantah lagi jawaban Sahabat.

 

 “Kami Sahabatmu?!” jawab Sahabat lagi.

 

 “Bagaimana kamu tidak beriman sedangkan aku berada di tengah-tengah kamu?” jawab Nabi.

 

 Akhirnya Rasul bersabda, “Makhluk paling ajaib imannya ialah mereka yang hidup sesudah aku. Mereka tidak pernah berjumpa tetapi beriman denganku. Tapi mereka mencintai aku melebihi anak dan orang-orang tua mereka. Mereka ialah Ikhwanku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya.” 1

 

 “Wahai Abu Bakar,“ Rasulullah bersabda, ”adakah kamu tidak akan merindui Ikhwanku itu karena mereka juga mencintai engkau karena engkau Sahabatku.” 2

 

 Rasulullah SAW menyambung lagi, ”Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman dengan aku. Dan berbahagialah tujuh kali orang-orang yang beriman dengan aku tapi tidak pernah berjumpa dengan aku.” 3

 

 Ketahuilah sesungguhnya Rasulullah SAW itu amat merindui satu toifah dari umatnya yang datang di akhir zaman yang berakhlak seperti akhlak nabi-nabi dan berpegang teguh dengan jalan-jalan para siddiqin. Mereka ialah orang-orang ganjil di kalangan awamul muslimin.

 

 Diambil dari buku Abuya Ashaari Muhammad Pemimpin Paling Ajaib di Zamannya

 

 

1  Riwayat Abu Ya’la

Riwayat Ibnu Hajar Asqalani

Riwayat Imam Ahmad

 

 

 

December 17, 2006

Bukan mudah perjuangkan kebenaran

Bukan mudah perjuangkan kebenaran
Memperjuangkan kebenaran itu,
adalah memperjuangkan sesuatu yang amat berharga
Ia tidak boleh dinilai mengikut mata benda
Ia kenalah dibeli dengan harta benda, jiwa raga dan nyawa
Kalau kebenaran itu di atas bukit, kenalah kita daki
Tidak semua orang sanggup
Kalau ia di dasar lautan, kenalah kita selami,
tidak semua orang berani melakukannya
Sekiranya ia di hujung lautan, kenalah merempuh lautan
dan menempuh gelombang yang menakutkan
Tidak semua orang bertekad berbuat demikian
Jika ia berada di hutan belantara,
kenalah meredah hutan yang menggerunkan
Tidak semua orang sanggup menempuhnya
Kalau kebenaran itu seperti yang digambarkan tentulah ramai yang jatuh gaung,
yang mati lemas, mati kelaparan bukan?
Apakah itu semua erti kegagalan?!
Tidak! Ia bukan gagal,
memang perjuangan kebenaran itu perlu sambung-menyambung
Yang gagal itu bukan ertinya gagal
Ia akan menjadi baja semangat kepada pejuang-pejuang di belakang
Semangat itulah menjadi pemangkin kepada pejuang-pejuang di belakang
yang menjadi ikutan
Akhirnya kebenaran itu dapat juga dicapai dengan cemerlang
Oleh pejuang-pejuang di belakang,
dari semangat orang yang berjuang yang memulakan
Oleh itu k

October 24, 2006

Hikmah Ramadhan dan Syawal

Hikmah Ramadhan dan Syawal

Ramai yang bergembira dengan kedatangan Syawal

Karena di saat itulah peluang mereka

Menziarahi sanak saudara dan sahabat handai

Keluarga serta rakan, jiran dan juga taulan

Tetapi tidak ramai yang ingin tahu

Apakah hikmah Ramadhan dan Syawal

Tuhan tidak akan menjadikan sesuatu itu sia-sia

Pasti Ramadhan dan Syawal mempunyai hikmahnya

Menyambut syawal

Artinya menyambut fitrah sembuh dari penyakit batin

Seperti akal yang hanya memikirkan dunia

Nafsu sembuh dari sifat tamaknya dan juga sifat bakhilnya

Terbebas dari sifat pemarahnya, dengki dan dendamnya

Karena itu didatangkan bulan Ramadhan kepada kita

Supaya dapat mengobat segala penyakit-penyakit jiwa

Ibadah puasa yang bukan saja dinilai dari lahirnya

Tapi pendengaran, penglihatan dan hatinya turut berpuasa

Juga membaca Qur’an dapat menerangkan hati

Sembahyang yang dihayati melahirkan pribadi mulia

Itulah obat yang mengembalikan fitrah semula jadi

Hasilnya Tuhan akan memberi iman dan juga taqwa

September 21, 2006

Kehambaan Di Bulan Ramadhan

Perasaan Abuya ketika menghadapi bulan Ramadhan

Kehambaan Di Bulan Ramadhan

Tuhan…mengapa aku ini?

Aku berlainan dari orang lain

Setiap kedatangan Ramadhan

Mereka menyambut dengan gembira

Mereka kelihatan ceria

Tapi aku berlainan

Kedatangan Ramadhan penuh duka

Bukan aku benci bulanMu

Yang penuh rahmat dan berkat

Tapi aku benci diriku

Aku bimbang RamadhanMu

Aku tidak mengisi sebaiknya

Aku rasa puasaku tidak sempurna

Ampunilah aku Tuhan

Aku rasa sembahyangku tidak sah

Tarawih, bacaan Al Qur’an aku tidak sampai kemana

Tuhan…itulah menyelubungi hatiku

Setiap kali kedatangan Ramadhan

Adakah satu kesalahan?

Ampunkan aku Tuhan

Maafkanlah aku Tuhan

Kalau itu satu kesalahan

Pimpinlah aku, betulkan sikapku

Aku mohon keampunan dariMu

Tuhan…

Aku mohon keampunan dariMu

Tuhan…

(Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At-Tamimi)

July 19, 2006

TUHAN BERI PERINGATAN, MANUSIA MASIH BELUM SADAR

TUHAN BERI PERINGATAN, MANUSIA MASIH BELUM SADAR

Saya terlebih dahulu mengucapkan takziah dan rasa simpati yang amat dalam kepada seluruh korban yang meninggal dan menderita akibat Tsunami kedua ini. Saya doakan kematian itu adalah husnulkhatimah bagi yang muslim. Kepada yang masih hidup moga-moga mendapat ketenangan di dalam ujian Tuhan. Sebenarnya Tuhan bermaksud baik dengan Tsunami yang ditaqdirkan-Nya itu. Sekiranya kata-kata ini dan ulasan saya menyakitkan hati pembaca, saya mohon ampun dan maaf. Kebenaran itu sekalipun pahit wajib diperkatakan.

26 Desember 2004 adalah ketibaan Tsunami I di mana seluruh dunia terkejut dengan Tsunami yang mempamerkan diri yang maha dahsyatnya, amat mengerikan dan cukup menakutkan. Mayat-mayat bergelimpangan sepanjang

Asia

oleh sentuhan 10 menitnya! Tiba-tiba saja marah, meledak, menyerang, mengamuk, menggelepur hingga memusnahkan harta benda, mencacatkan manusia dan Tsunami, sebuah universitas baru muncul yang sangat mengajarkan manusia agar takut dengan Tuhan. Perasaan takut dengan Tuhan sebenarnya adalah ‘degree’ yang sangat diperlukan setiap insan. Mengapa?

Sebab logiknya begini. Seorang hamba di istana raja yang paling beruntung ialah hamba yang paling takutkan dan cintakan rajanya. Betul tidak? Dan sesungguhnya seorang hamba Tuhan yang menumpang di bumi-Nya yang paling akan berbahagia ialah yang paling takutkan Tuhan. Selain karena ia akan berjaya mematuhi segala undang-undang bilamana ia begitu berhati-hati dan takut yang menyebabkan Tuhan paling sayangkannya adalah karena ia merujuk kepada kata-kata Tuhan itu sendiri.

Kenapa Tuhan datangkan Tsunami kedua pula? Kita bertanya langsung dengan Tuan yang empunyanya, mengapa Tsunami II dilepaskan, Tuhan pun menjawab, alam kalau mau menguburkan sesuatu kaum dan bangsa akan memulakannya dengan menggoncang kuasa politiknya, menjatuhkan ekonominya lalu akhirnya didatangkanlah bencana besar yang mampu menjungkitbalikkan penduduknya, maka hancurlah mereka.

Firman Allah SWT:

Maksudnya: “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibu

kota

seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Dan tidak pernah pula Kami membinasakan kota-kota kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (Al Qashash: 59)

Dari Tsunami I, kita patut berterima kasih karena mengajarkan kita arti hidup. Kita seharusnya sudah berasa insaf dengan didikan Tsunami I. Kita seharusnya sudah mengubah kehidupan kita kepada satu hala tuju yang benar-benar menjadi destinasi hidup. Penangan Tsunami pertama sekalipun cuma 10 menit, cukup untuk membuatkan manusia mampu berkata:
“Tuhanku, kalau beginilah sudahnya, aku tiada pilihan melainkan menjadikan hidup semata-mata untuk mencari keredhaan-Mu dan keampunan-Mu. Aku sangat takut dengan kemurkaan-Mu yang tidak mampu dihalang walau oleh sebuah kuasa dunia. Aku takut dengan Neraka-Mu. Ya Allah, selamatkan aku!”

Tapi wahai Tsunami Tuhan, ramai manusia yang tidak suka denganmu. Mereka marah-marah dengan berbagai kata nista melalui belragai bahasa,

gaya

dan iramanya. Kritikan dan kebencian padamu terasa sekali dan begitu jelas di dada-dada media. Mereka menilaimu jahat dan tak berguna sama sekali. Namun ketahuilah dan percayalah bahwa ramai yang akur padamu.

Wahai Tuhan, tuan punya Tsunami II; izinkanlah saya menilai Tsunami-Mu begini:
Tsunami II juga tidak bersalah sedikit pun. Masa

kan

Tuhan bersalah? Sesungguhnya Tuhan Maha Adil, Sangat Pengasih Penyayang, Maha Lemah Lembut dan Sopan Santun sekali. Tuhan lahirkan setiap hamba-Nya ke bumi dengan nama-Nya yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Cuma si hamba tidak perasan agaknya bahwa dia tercipta dari sebuah kasih sayang yang teramat besar dari Penciptanya. Kalaulah manusia tahu perihal cinta Tuhan ini, tentunya dia tidak sanggup melupakan Tuhannya itu setiap saat nafasnya. Oksigen yang dihirup setiap saat itu adalah kiriman kasih sayang dari Zat Tuhan kepada hamba-Nya. Sepatutnya hidupnya akan dihabiskan untuk Tuhannya itulah semata-mata. Tapi sayang manusia mensia-siakan cinta itu dan marah bila Tuhan menarik cintanya.

Sayang manusia tidak diajarkan itu semuanya, bahkan dia hidup pun dalam keadaan tidak tahu di manakah Tuhan itu hendak diletakkan dalam hidupnya. Jadilah Tuhan itu kadang-kadang ada, kadang-kadang tiada, kadang-kadang perlu, kadang-kadang tidak perlu bahkan kadang-kadang percaya, kadang-kadang tidak percaya. Boleh saja manusia mengkritik Tuhan dan dikatakanlah Tuhan itu sesuka hatinya.

Wahai Tuhan kepada Tsunami II,
Maka demi tanggungjawab dan demi kasih sayang-Mu, Engkau sudah memberi peringatanMu kepada mereka dengan Tsunami I, baru dua tahun lalu tetapi mereka masih tidak takut pada-Mu. Kau perkenalkan diri-Mu dengan Tsunami I tetapi mereka macam biasa-biasa saja. Maka untuk itu, dibuat kejutan lagi agar manusia sadar dan kembali kepada-Mu. Adillah sungguh perbuatan tunjuk kuasa oleh-Mu Tuhan kepada makhluk yang sudah tidak kenal kasih sayang-Mu karena hidup yang tidak kenal diri dan tidak kenal Tuhan itu lebih bahaya dari kematian yang bergelimpangan.

Kalau manusialah ada orang yang sudah diberi

surat

amaran tetapi masih lagi tidak membuat apa-apa perubahan, maka sudah tentu diberhentikan kerja serta-merta. Peringatan 24 jam buang kerja. Tapi Tuhan Maha Sabar tunggu dia beri peringatan lagi dua tahun baru bertindak. Sebab Tuhan sifat-Nya tidak tercabar.

Sesungguhnya Tuhan tidak bersalah dengan Tsunami I dan II dan sesiapa pun tidak patut dipersalahkan. Kuasa Tuhan itu bila Dia hendak jadikan sesuatu janganlah dikesalkan karena tidak ada siapa pun mampu menghalangnya. Tujuannya bukan untuk menganiaya, cuma untuk membuatkan kita manusia sadar bahwa kita yang menzalimi diri sendiri.

Sebagai contoh, Tuhan hendak takdirkan hujan berlaku tanpa dapat dikesan oleh pusat ramalan hujan. Maka Tuhan lakukanlah kejadian-kejadian kepada manusia-manusia di pusat kaji cuaca itu yang membuatkan mereka tidak mampu mengesan hujan yang akan turun itu. Di hari lain Tuhan hendak takdirkan pula hujan turun dan dapat dikesan oleh manusia. Maka berlakulah dengan izin Tuhan, pusat ramalan boleh mengesan hujan yang akan turun.

Artinya turunnya hujan dan dapat mengesan atau tidak dapat mengesan itu semuanya berlaku dengan kuasa Tuhan. Janganlah hendaknya orang Islam beriktikad bahwa kejadian Tsunami itu kerja Tuhan, tapi manusia tidak boleh mengesan lebih dahulu itu bukan kerja Tuhan. Seolah-olahnya dia berfikir manusia ada kuasa untuk menentang kuasa Tuhan karena kuasa manusia itu bebas dari kuasa Tuhan. Dengan kata lain kalaulah manusia tidak tersilap pada hari itu nescaya kerusakan oleh Tsunami I dan II tidak begitu besar. Iktikad itu salah sekali. Berbagai-bagai usaha dibuat manusia untuk mengesan agar bencana Tsumani II dapat dikesan lebih awal untuk mengelakkan kehilangan nyawa manusia namun kita perlu ingat bahwa usaha-usaha yang Tuhan perintahkan itupun adalah tertakluk pada kuasa dan keizinan Tuhan. Takkan pula kita berfikir bahawa kuasa untuk berusaha yang ada pada manusia itu di luar kuasa Tuhan. Waliyazubillah.

Tsunami adalah hadiah terbaik untuk zaman ini. Hadiah yang cukup tinggi nilai-nilai kebaikan, yang cukup menguntungkan sekiranya pandai dimanfaatkan.

Kematian dan bencana yang begitu banyak dan besar adalah patut. Sebab setiap yang hidup perlu mati. Cara mati adalah sesuatu yang tidak boleh dirancang. Sebagai hamba, kita hanya kena setuju dengan keputusan Tuhan untuk mematikan kita bila dan bagaimana. Kalau takdirnya nanti kita mati dalam laut dan tidak boleh dijumpai, siapa pun tidak boleh persalahkan sesiapa. Mahkamah pun tidak boleh digunakan. Nanti bila dunia dikiamatkan, lagilah tiada siapa boleh uruskan mayat siapa-siapa. Semuanya keputusan muktamad Tuhan yang tidak boleh tidak. Moga-moga manusia faham tentang Tuhan ini. Moga-moga manusia boleh berfikir begini:

“Rupanya Tuhan itu sangat sabarnya sehingga 40 tahun sekali baru dihukum hamba-hamba-Nya yang tidak kisah dengan-Nya. Sedangkan kekasih-kekasih-Nya, para Nabi dan para Rasul selalu kena ujian yang teruk. Jadi kalau aku tidak boleh terimalah hukuman yang satu ini, jahat sungguhlah aku ini dan jauhlah dari menjadi kekasih Tuhan. Tentu marah lagilah Tuhan dengan aku dan manusia-manusia seperti aku ini.”

www.rufaqadaily.com

My Photo

May 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Powered by Friendster Blogs
Member since 04/2006

313